KELOMPOK MASTER MIND TDA


“saya punya uang tapi nggak banyak sich…. saya pengin buka usaha buat nambah-nambah kebutuhan dapur, kira-kira usaha apa ya yang cocok..?”

Itulah awal dari percakapan yang efeknya bisa panjang dan njelasinnya juga harus panjang lebar malah harus sampai berbusa-busa dan itupun belum tentu orang yang dijelasin mau njalanin.

Cerita panjang lebar dengan intonasi, bahasa yang sama bagiku ini sama seperti nyetel kaset aja, udah hapal diluar kepala jadi lebih baik mereka suruh baca ini aja dan kalau masih bingung baru nanya.

Sebetulnya untuk mulai usaha itu tidak dibutuhkan uang tetapi cukup kemauan dan mimpi. 2 hal ini gratis, 2 hal yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa kepada manuasia yang memang mempunyai akal.

Setelah mempunyai mimpi dan kemauan, langkah selanjutnya adalah bergabung di sebuah komunitas bisnis. Kumpul dengan pedagang maka kita akan jadi pedagang, 5 orang terdekat kita itulah cerminan pendapatan kita dan menjadi apa kita dalam 5 tahn kedepan. ungkapan-ungkapan seperti ini sangat populer dan memang harus sering diulang-ulang biar jadi penyemangat.

Salah satu komunitas yang berefek besar “minimal buat saya” adalah komunitas TDA “Tangan Di Atas”, sebuah komunitas yang berbasis di internet tetapi mempunyai kekuatan maha dahsyat di Mastermind.

Opo iku Mastermind…?? gampangannya, mastermind itu sekumpulan beberapa orang sekitar 5-8 orang yang mempunyai keinginan yang sama untuk memajukan diri dan mengembangkan bisnis. Syaratnya cuma satu kalau mau gabung di mastermind yaitu….. ORANGNYA MASIH HIDUP.

Setelah “otak dicuci” di komunitas melalui mastermind maka baru kita bisa bicara bisnisya harus bagaimana.

Banyak contoh kawan-kawan saya di TDA Bekasi yang mencapai lompatan bisnis setelah bergabung di mastermind dan banyak juga dari kelompok mastermind-nya akhirnya membuat bisnis bersama-sama dengan modal bersama-sama dan keuntungan dibagi bersama-sama.

Jadi buat yang masih bingung mau bisnis apa, segera gabung di komunitas TDA yang beralamat disini http://www.tangandiatas.com

Jadi segeralah wujudkan mimpi dengan bergabung di komunitas bisnis


(Dari blog nya pak Rawi yang nyos banget,,)

Treus kalau mau tau lebih banyak lagi...kaya gini nih rumusnya...



1. Definisi


Kelompok Mastermind adalah kelompok-kelompok kecil yang memiliki
komitmen tinggi yang beranggotakan para pebisnis dan atau calon
pebisnis untuk mencapai target yang disepakati bersama. Dengan adanya
kelompok mastermind ini diharapkan para pebisnis akan memiliki
lingkungan (miliu) yang positif yang dapat mendukung perkembangan
bisnisnya. Dari kelompok ini diharapkan akan menghasilkan para pebisnis
tangguh, memiliki perilaku untuk saling membantu sesama anggotanya,
serta memiliki jaringan kerja (network) yang kuat. Kelompok Mastermind
memiliki kurikulum & referensi yang dijadikan acuan dalam setiap
pembahasan.

2. Tujuan & manfaat

Tujuan utama dari dibentuknya Kelompok Mastermind adalah agar bisnis dari setiap anggotanya dapat berkembang secara optimal.

Tujuan ini tercapai dengan adanya saling mendukung di antara anggota. Beberapa manfaat dari Kelompok Mastermind:

• Memiliki konsultan gratis

• Mendapat lingkungan yg mendukung bisnis

• Belajar dari sesama anggota

• Timbulnya ide2 baru

• Mendapatkan semangat/energy baru dlm menjalankan bisnis

• Memiliki tempat curhat

• Menumbuhkan & menjaga motivasi bisnis

• Menambah network


3. Nilai-nilai yang harus ditegakkan

• Komitmen

• Give & Take

• Saling Percaya

• Kejujuran

• Keterbukaan

• Solidaritas & kebersamaan

• Tidak ada figuritas


4. Cara pembentukan Kelompok Mastermind

Bagaimana cara membentuk Kelompok Mastermind?

• Mengumpulkan calon angota yg bersepakat membentuk KMM

• Bangun komitmen unutk membetuk KMM dgn mempertimbangkan kemudahan untuk bertemu (tempat & waktu)

• Menentukan tempat & waktu default pertemuan

• Kumpulkan biodata

• Tunjuk satu koordinator & notulis

• Daftarkan ke divisi MM TDA. Hanya yg teregister yang di akui

• Dianjurkan memiliki beragam latar belakang bisnis



5. Keanggotaan

• Siapa?

l. Para pebisnis dan atau calon pebisnis

ll. Untuk memudahkan bertemu, dianjuran yang memiliki kedekatan goegrafis

lll. Memiliki kesamaan level bisnis

iv. Dianjurkan pria & wanita dipisah dgn pertimbangan kedekatan emosional & psikologis

v. Tidak diijinkan memiliki keanggotaan lebih dari 1 KMM


• Jumlah

l. Jumlah anggota yang optimal 5 ~ 8 orang

ll. Terlalu banyak anggota akan tidak efektif pertemuanya

lll. Terlalu sedikit, jumlah masukan akan sedikit


• Tugas Koordinator

i. Sebagai pintu komunikasi ke ketua divisi MM TDA & pihak lainnya

ii. Mengkoordinir pertemuan rutin


• Cara masuk

i. posting di milis tangan diatas dengan subyek , "Mencari teman membentuk KMM (kelompokmastermind) di daerah ********" . Sebutkan identitas diri dan bisnis/pekerjaan, sebutkan alamat tinggal, sebutkan alasan ingin mem bentukKMM. usahakan alasan yang menarik hingga anggota lainnya bergabung dengan anda.

ii. Menghubungi koordinator Kelompok Mastermind yang sudah ada untuk menanyakan status
keanggotaan Kelompok Mastermind ybs, masih terbuka atau sudah tertutup.

iii. Menghubungi kordinator mastermind wilayah untuk minta bantuan memasukkan ke dalam KMM di wilayahnya.





• Cara pindah KMM

i. Alasan pindah

- Jarak

- Waktu

- Atau sebab lainnya

ii. Lapor ke coordinator KMM untuk diteruskan ke div MM TDA


• Mastermind Online

Untuk wilayah yang anggotanya masih belum mencukupi untuk membentuk 1
kelompok mastermind maka bisa bergabung dengan anggota dari wilayah
lain dengan sistem online, tetapi hal ini hanya untuk sementara sebelum
anggota mencapai jumlah yg cukup.


• Komitmen

Untuk menjaga komitmen setiap anggota maka perlu dibuat ketentuan bahwa
setiap anggota KMM wajib hadir pada setiap pertemuan mastermind yang
sudah disepakati bersama.

Apabila selama 3 kali berturut-turut tidak hadir tanpa alasan kuat yang
bisa dibenarkan oleh seluruh anggota KMM maka secara otomatis
keanggotaannya dinyatakan gugur.


6. Kurikulum RDBPSAP

Reason (alasan),

Dream (mimpi),

Believe (percaya),

Passion (keinginan),

Strategy (siasat),

Action (tindakan),

Pray (doa)


7. Kegiatan

• Pertemuan rutin

i. Sharing (pengungkapan perasaan, winning dll) What I fell like expression (WIFLE)

ii. 2 ~ 3 jam. Masing2 anggota 15 menit (10 menit sharing, 5 menit tanggapan)

iii. Sharing ilmu bisnis

iv. Ada notulis & timer & moderator


• Kunjungan bisnis

• Pelatihan/workshop

• Raker, setahun sekali, untuk menyusun program kerja setahun ke depan


8. Referensi

Buku yang bisa dijadikan referensi:

1. Master Your Mind Design Your Destiny – Adam Kho with Stuart Tan

2. The Seven Habits of Highly Effective People – Stephen R. Covey

3. Financial Revolution – Tung Desem Waringin

4. Blue Ocean Strategy – W. Chan Kim & Renee Mauborgne

5. Billionaire in Training – Bradley J. Sugars

6. Instant Series by Bradley J. Sugars:

a. Instant Leads

b. Instant Promotions

c. Instant Sales

d. Instant Profit

e. Instant Cashflow

f. Instant Systems

g. Instans Team Building

h. Silakan ditambahkan sesuai kebutuhan


9. Tempat, Waktu & Konsumsi

• Dianjurkan tempat yang tidak berbiaya mahal, tidak bising

• Tempat pertemuan sebaiknya dibuat bervariasi. Di alam terbuka &
tempat-tempat yang bisa memberikan inspirasi sangat dianjurkan

• Dianjurkan seminggu sekali

• Durasi pertemuan 2~3 jam

• Konsumsi yg sederhana shg tidak memberatkan anggota


10. Media komunikasi

• Buat media komunikasi antar anggota (SMS, Blog, milis, Facebook dll)


11. Leveling

i. Level Start Up : omset bisnis 0 – 500 Jt / thn

ii. Level Growing-1 : omset bisnis 500 Jt – 1 M / thn

iii. Level Growing-2 : omset bisnis 1 M – 10 M / thn

iv. Level Growing-3 : omset bisnis 10 M – 100 M / thn

v. Level Growing-4 : omset bisnis diatas 100 M / thn



Untuk wilayah dengan anggota yang sudah cukup banyak maka sistem
leveling ini bisa diterapkan, namun apabila anggotanya masih sedikit
maka antar level bisa digabung.


12. Kewajiban Membina Kelompok MM Lainnya

Setiap anggota kelompok mastermind pada level growing wajib membina
kelompok lainnya yg berada pada level di bawahnya. Kewajiban pembinaan
ini menjadi tanggungjawab kelompok mastermind dan bukan perorangan.


13. Tujuh Rahasia

Tujuh rahasia untuk menciptakan dan mempertahankan sebuah kelompok mastermind yang sukses adalah sebagai berikut:


1. Kita harus mempunyai tim dengan sudut pandang dan latar belakang yang beraneka ragam.

Karena kita menginginkan perspektif yang berbeda, maka orang-orang
dalam tim harus berasal dari industri atau bidang keahlian yang berbeda
pula. Ketika megembangkan atau menyusun ulang ide-ide dari perspektif
yang berbeda, ide yang lebih baik biasanya akan diperoleh.


2. Pilihlah seseorang untuk memimpin kelompok

Jika mastermind beranggotakan lima atau lebih, maka sudah saatnya
menunjuk seorang pemimpin. Pemimpin akan menjaga tim tetap di jalan
yang tepat. Membantu semua orang dalam membuka pemikiran mereka pada
saat proses menghasilkan ide.


3. Buatlah sebuah tujuan bersama.

Sebuah tim akan efektif jika tujuan atau hasil yang ingin dicapai
jelas. Hampir semua mastermind yang kekurangan visi dan sebuah tujuan
bersama akan mengalami kegagalan.


4. Milikilah agenda

Agenda ini sangat penting untuk menjaga tim mastermind tetap terfokus pada saat pertemuan.


5. Bukalah pikiran.

Masing-masing anggota tim harus tetap terbuka. Ketika sebuah ide
pertama kali dikemukakan, catatlah ide tersebut tanpa melakukan
perubahan. Baru setelah semua ide dikemukakan, baru diteliti satu
persatu. Kembangkanlah masing-masing ide sehingga diperoleh ide yang
lebih bagus. Lalu pilihlah ide yang paling efektif, dan ambillah
tindakan.


6. Berikan waktu tertentu dan adakanlah pertemuan secara teratur.

Pertemun yang efektif sebaiknya setiap minggu, atau minimal dua kali
sebulan. Pertemuan yang teratur dan konsisten sangat penting. Jika
tidak, momentum dan antusiasme akan menurun.


7. Bersenang-senanglah.

Bersenang-senanglah, have Fun… Ini adalah hal yang paling penting.
Karena jika kita dan semua orang yang ada dalam kelompok mastermind
bergembira, maka kualitas dari ide-ide akan naik.



Sumber : Meet And Grow Rich by Joe Vitale and Bill Hibbler, TDA MM, Mas Rujiyanto, Mas Rawi, Pribadi dan berbagai sumber.

Thinking Out of the Box

Dari milis sebelah...
Sangat membantu untuk melatih berpikir di luar pakem yang sudah ada.

Message ----From:
teguh.abdullah@gmail.com Sun May 24, 2009 11:25 pm
Dari kawan , saya forward Cerita bagus buat yang kepingin maju dansukses....semoga bermanfaat-----

Forwarded Message ----From: "dr.august@telkomsel.blackberry.com"


If your company, Comb manufacturers assigned you to sell the comb to the monks in the temples? Can you do it? What is your answer?

a) Now way... Impossible
b) Crazy
c) I will give it a try in order to follow my boss instruction
d) Well, I will try.
e) Ya, I think I can sell ??? (5pcs? 10pcs? 50pcs? or more...you name it)

Pick an answer above and read below to find out if you are/you are going to be a successful person or not at all.











The Story:
SELLING COMB TO THE MONKS


There was one company "manufacturing combs" which intends to expand its business and so the management wanted to employ a new Sales Manager.

The company ADVERTISED the vacancy in the newspaper. There are so many peoples turned up for the interview everyday .... accumulated to almost a hundred peoples in just few days ...

The Company now having the problem to choose the right candidate for this position.

So, The Company interviewer had set A Difficult Task to whom who want to come for final interview.
The Task Is To Selling Comb To Monks In Temples

Only 3 Applicants willing to stay on for this Final Interview challenge. (Mr A ,Mr B , Mr C)

The Chief Interviewer instructed: "Now I want three of you here to sell these wooden combs to the monks in the temples. You only have 10 days to do it and report to me after that ."

After 10 days, they reported.

The Chief Interviewer asked Mr A: How many have you sold?
Mr A Answered: Only One.

The Chief Interviewer Asked: How did you manage to sell?
Mr A Answered: The monks in the temples scolded me when I show them the comb. But on my way back to downhill I met a young monk who bought it to scratch his head due to dandruff".

The Chief Interviewer then asked Mr B: How many did you sell?
Mr B replied: 10 pieces. I went to a shrine and noticed many devotees' hair was in bad shape due to strong wind outside the shrine. The monk in there listened to my advice and bought 10 combs for their devotees in showing respect to the Buddha statue.

Then, The Chief Interviewer asked Mr C: How about you?
Mr C replied: 1,000 units.

The Chief Interviewer and the other 2 interviews were astounded.

He asked: How you did that?
Mr C replied: I went to a famous temple. After observing for few days I discovered that there were many tourists.
I then told the Chief Abbot there.
"Sifu, those who come here are much devoted. If you could give them a gift, it will be more elating to them. I told him that I have a bulk of combs here and ask him to raft his handwriting on the combs as a present to those visit there.
He was very delighted and straight away ordered 1,000 pieces. "


The End of Story.
MORAL OF THE STORY
HARVARD UNIVERSITY had done a research that says :

1) 85% of success is due to attitude and 15% is capability
2) Attitude is more important than intelligence, specials skills and luck.

In another word, professional knowledge only constitutes for 15% of success of a person and 85% is due to self-cultivation, public relation and adaptability ability.


Still remember the story of Selling Shoes to African?
When 2 Salesmen were sent to that continent,
one of them reported: Can not do it. No one wears shoes there !
The second salesman said: It is good to market . A lot of opportunity.

Success and Failure is dependant on how we face problems.


My dear friends: Do you know eagle lives up to about 70 of age? But when it reach about 40 yrs old, it claws start to age and can not grab the preys.
It also can not fly as well.

So, it is time for the eagle to make a choice;
wait for the death or goes through a renewal process.

If it choose to live, it must try its best flying to the top of the hill.
On the hill top/summit, it will stay for 150 days.

Over the top, it will hits it feathers to the stone so that they will drop and wait for the new ones to grow. After the feathers have grown enough..........which is about 150 days, it will continue its balance for 30 years life.

Remember, when the economy is good, there are peoples going bankrupt .
When business is bad , there are many new millionaires produced as well.

So,apply now the 85% right working attitude fully.

Keep moving forward !


Irwan The Chapter

QUOTE of the day


Noviana Kusumawardhani at 9:03am December 22
kematian adalah ketika mimpi sudah tidak ada lagi...keep the dream alive then...namaste

BUS TRANSJAKARTA

Jika peluang kekayaan itu ibarat bus transjakarta, biarpun busnya deket banget sampai jempolkaki kita terlindas, kita tetap tidak bisa menaikinya tanpa membayar dan berdiri di halte yang tepat.


Perumpamaan ini TERINSPIRASI ketika "diberi kesempatan" menghadiri sesi kubik leadership pak Jamil Azzaini, duduk rapih dibelakang dan mendengarkan pintu-pintu rahasia hidup dan bisnis terbuka.

ada beberapa poin yang membekas.
saya ingin tulis salah satunya untuk mengingatkan diri, sebelum lupa terhapus luka (wuah kaya judul lagu ya....). bo-ong ding ga ada yang luka,cuma mendramatisir dikit...he...he..

jamilazzaini : Tingkatan EXPERTISE, optimalkan ASET maka yang lainnya akan akan mengikuti
atau bahasa lainnya, Fokus lah di TO BE dan VALENSI, maka TO HAVE akan didapat.

Untuk mengejar kesuksesan yang perlu kita lakukan ialah bersungguh-sungguh meningkatkan kemampuan diri kita pribadi: yang berbisnis training harus selalu mempelajari metode training terbaru, yang bergerak di bidang garment harus giat mencari informasi mode dan trend terbaru, bidang it selalu mau untuk belajar sistim terbaru , yang berdagang tidak malu-malu untuk membuka buku tips dan trik berdagang, yang berjualan online selalu sharing dan googling mencari kunci-kunci pembuka pintu bisnisnya.

Pebisnis handal selalu mengenal dirinya lebih dari siapapun juga, kemampuan, pribadi, karakter, kelemahan, kelebihan , hobby, kesenangan, dreams, visi, finansial dan aspek lainnya. eksplorasi tiada henti akan aset diri ini yang akan membuat seseorang akan siap untuk menangkap peluang yang muncul sekejap, mempertajam intuisi bisnisnya dan aware terhadap risiko bisnis didepannya.

Ketika kemampuan pribadinya meningkat dan instuisi bisnis terpelihara, maka "kekayaan" serasa datang dengan sendirinya.

Beberapa orang pesimis selalu mengatakan bahwa ada suatu "keberuntungan" dalam berbisnis, namun mereka lupa, jika expertise dan valensi tidak siap, Sebesar apapun juga peluang yang melintas di depan matanya, tetap tidak akan ada cerita sukses yang akan kita dengar.

Jika peluang kekayaan itu ibarat bus transjakarta, biarpun busnya deket banget sampai jempol jari kita terlindas, kita tetap tidak bisa menaikinya tanpa membayar dan berdiri di halte yang tepat.

Stay Fokus di TO BE dan VALENSI, maka TO HAVE akan didapat.


irwan rahman the chapter
- thechaptercourse.co.cc _

PERBEDAAN PERSEPSI

(writer unknown)

Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya :


- Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu.
- Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.

Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.

Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka.

Jawab anak yang bungsu :

"Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih".
"Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau p ulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak".

Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang sama.
Jawab anak sulung :

"Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal
tidak susut".

"Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam.
Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup."

"Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama".

MORAL CERITA :
Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda. Jika kita melihat dengan positive attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita... pilihan ada di tangan anda.

'Berusahalah melakukan hal biasa dengan cara ya ng luar biasa'

Teman-teman seperjalanan