Tampilkan postingan dengan label bekerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bekerja. Tampilkan semua postingan

Upah buruh Jangan naik..........!

UMP DKI 2.2 juta rupiah  : Buruh ingin hidup layak, syukur-syukur bisa sejahtera


kita hanya bisa kibarkan bendera putih saja -sofyan wanandi- ketua apindo... Menyerah kalah..
Cak Imin: UMP naik, keterampilan pekerja harus meningkat

Suatu dilemma bagi dunia usaha indonesia dewasa ini ialah upah buruh.

Begitu diumumkan UMP  DKI naik hingga tembus di angka 2 juta lebih, maka otomatis semua pihak mulai berhitung kembali.

Teman-teman buruh di seluruh indonesia menyambut dengan gegap gempita dan berbaris untuk mengajukan kenaikan UMR di daerahnya masing-masing.

Begitupun industri dan pemilik konglomerasi berhitung dan mulai mewacanakan untuk alih daya hingga alih lokasi ke mancanegara.

Nah kita yang baru mulai merintis bisnis hingga yang bisnisnya baru mulai merangkak naik otomatis berhitung  juga dengan angka-angka yang semakin membesar pasaknya.

Namun sadarkah kita bahwa SALAH SATU  solusinya bukan dari kejar mengejar tarif pengupahan  antara buruh dan pengusaha?

Sudah saatnya kita berhenti memperjuangkan upah buruh yang tak akan ada habisnya, sudah saatnya  kita fokuskan pada pembenahan sikap dan mindset masyarakat banyak (buruh dan rakyat indonesia kebanyakan) kepada jalur kemakmuran lainnya yaitu berwirausaha.

Sudah banyak contoh OB yang berhasil sampai punya mobil jaguar, tak terhitung juga buruh yang mampu menghajikan kedua orang tuanya , semua terjadi setelah mereka keluar dari lingkaran cecurut(rat-race) yang namanya dunia buruh!

Tugas kita sekarang adalah membuat sebanyak mungkin pilihan bagi teman-teman buruh saat ini peluang untuk berwirausaha.

Kita mesti bergiat membuat usaha yang kita miliki masing-masing memiliki peluang  untuk dilakukan oleh mereka para buruh...

Buatlah lebih sederhana, buatlah jauh lebih mudah, jauh lebih murah dan jauh lebih singkat prosesnya...

Tak peduli apakah sistimnya franchaise, bussiness opportunity,reseller, keagenan,dropship,multi level, direct marketing, online marketing... semuanya kita dedikasikan dengan spirit yang sama.

Dengan spirit ini akan membuat bangsa kita memiliki peluang lebih besar untuk bergerak jauh didepan negara-negara maju lainnya.puluhan tahun menjadi negara paria di dunia ketiga hendaknya dijadikan pengalaman untuk tidak terjerumus lagi kesana.

Daripada membuat pengusaha kaya (dan hampir kaya) kembali tersungkur menjadi miskin dengan upah buruh yang membabibuta, lebih baik kita membuat para buruh menjadi kaya dengan berwirausaha.


Ayo kita bersiap untuk maju bersama..!



Irwan the chapter

Gubernur Joko Widodo alias Jokowi ingin mendorong para buruh agar beralih profesi menjadi pedagang.

PERBEDAAN PERSEPSI

(writer unknown)

Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya :


- Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu.
- Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.

Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.

Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka.

Jawab anak yang bungsu :

"Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih".
"Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau p ulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak".

Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang sama.
Jawab anak sulung :

"Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal
tidak susut".

"Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam.
Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup."

"Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama".

MORAL CERITA :
Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda. Jika kita melihat dengan positive attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita... pilihan ada di tangan anda.

'Berusahalah melakukan hal biasa dengan cara ya ng luar biasa'

Teman-teman seperjalanan